UMM Apresiasi Kerja Sama dengan Mamumtaza, Beri Kenang-kenangan dan Janjikan Beasiswa

Mamumtaza Malang – Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr Ahmad Juanda Ak MM CA memberikan apresiasi serta kenang-kenangan kepada MA Muhammadiyah 1 Malang (Mamumtaza) dalam kegiatan silaturahmi dan jalinan kerja sama antara madrasah dan universitas pada Senin (6/1/2025). Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Juanda menyampaikan beberapa poin penting di hadapan siswa kelas 12 MA Muhammadiyah 1 Malang. Pertama, ia mengungkapkan bahwa madrasah ini telah lama menjadi salah satu penyumbang utama bagi UMM dengan banyaknya siswa yang diterima setiap tahunnya di berbagai jurusan. Kedua, ia mengapresiasi prestasi dan perilaku mahasiswa yang berasal dari MA Muhammadiyah 1 Malang, yang terbukti memiliki kualitas yang baik selama kuliah maupun setelah menyelesaikan studi. Ketiga, siswa-siswa dari madrasah ini juga aktif dalam keorganisasian kampus dan banyak yang sukses dalam berkarier. Sebagai bentuk apresiasi, UMM berkomitmen untuk memberikan beasiswa kepada siswa-siswa berprestasi yang juga aktif dalam organisasi di sekolah. Sebagai simbol kenang-kenangan, UMM juga menyerahkan TV LED 55 inci kepada MA Muhammadiyah 1 Malang sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam menjaga kestabilan jumlah mahasiswa di UMM. Banyak Alumni Studi di UMM Sementara itu, Kepala MA Muhammadiyah 1 Malang Akhmad Ari Wibowo M.Pd mengungkapkan bahwa banyak alumni madrasah ini yang melanjutkan studi di UMM tanpa melalui SNMPTN, karena mereka diterima langsung. Ari Wibowo juga merasa bangga menjadi alumni MA Muhammadiyah 1 Malang dan jurusan Matematika UMM. “Dukungan dari universitas sangat diharapkan untuk pengembangan madrasah, baik dalam hal fasilitas, sumber daya manusia, maupun pendanaan,” tuturnya. Terakhir, Ari Wibowo berharap agar siswa-siswi MA Muhammadiyah 1 Malang menjadikan UMM sebagai pilihan utama dalam melanjutkan studi mereka. Mengingat, kualitas dan komitmen UMM yang telah terbukti dalam mengantarkan kesuksesan para mahasiswanya.
Mamumtaza Pertegas Komitmen dalam Mendukung Pendidikan Inklusi

Mamumtaza Malang – MA Muhammadiyah 1 Malang (Mamumtaza) terus menunjukkan komitmennya untuk menerima dan membina siswa berkebutuhan khusus melalui berbagai upaya. Salah satu langkahnya adalah penyelenggaraan Workshop Management Kelas Inklusi pada Kamis (2/1/2025) lalu. Uun Zulfiana S.Psi M.Psi, pemateri dalam workshop tersebut, menjelaskan bahwa setiap manusia diciptakan oleh Allah dengan kelebihan masing-masing yang berbeda satu sama lain. Termasuk siswa berkebutuhan khusus yang juga memiliki kelebihan tertentu. Ia juga menekankan pentingnya kesetaraan dalam pendidikan. Setiap siswa, baik yang berkebutuhan khusus maupun tidak, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan bekal keterampilan hidup. “Oleh karena itu, sekolah tidak boleh menolak siswa berkebutuhan khusus,” tegasnya. Selain itu, Uun menjelaskan bahwa siswa berkebutuhan khusus dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori: sedang, ekstrem kiri (kelemahan), dan ekstrem kanan (kelebihan). Pengelolaan pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok, terutama bagi siswa pada kategori ekstrem kiri dan ekstrem kanan. Sementara itu, Slamet Riadi SPd, Humas MA Muhammadiyah 1 Malang, menyampaikan bahwa sejak tahun pelajaran 2024/2025, Mamumtaza telah mendeklarasikan diri sebagai madrasah inklusi. “Namun, sebenarnya setiap tahun sekolah sudah menerima siswa berkebutuhan khusus,” ujarnya. Untuk mendukung program inklusi, berbagai langkah strategis telah dilakukan seperti menjalin kerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) serta melakukan komunikasi dengan guru BK/Psikologi dari berbagai sekolah yang memiliki kelas inklusi. Selain itu, mencari dukungan dari perguruan tinggi dengan jurusan Psikologi, instansi pemerintah, lembaga sosial, dan para wali siswa yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Slamet berharap ke depan Mamumtaza dapat menjadi pilot project sekolah inklusi tingkat SLTA di Kota Malang. Dengan demikian, orang tua dan masyarakat tidak lagi kesulitan mencari sekolah lanjutan inklusi, terutama bagi siswa yang sebelumnya telah belajar di kelas inklusi tingkat SMP.
Jadikan Suasana Kerja Menyenangkan

Mamumtaza Malang – Tidak mudah menjadi pemimpin. Minimal menguasai menajemen. Karena sosok pemimpin tidak sekedar mengerti leadership. Tetapi memiliki kemampuan membawa susana kerja yang nyaman. Adalah Akhmad Ari Wibowo, M.Pd belum lama dipercaya Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah PDM Kota Malang sebagai kepala madrasah. Dia diangkat menjadi Kepala MA Muhammadiyah 1 Malang, sejak September 2024 lalu. Sebelumnya, Ari menjabat sebagai Waka Kesiswaan dan Waka Humas di Mamumtaza, sebutan MA Muhammadiyah 1 Malang. Seiring dengan amanah baru yang diembannnya, aktivitas Ari tentu semakin padat. Kesibukannya semakin bertambah. Sedikit banyak tekanan juga meningkat. “Bagi saya jabatan itu amanah. Maka tidak saya jadikan beban. Yang penting suasana kerja ini nyaman. Supaya saya bersama tim guru dan tendik juga nyaman menjalankan tugas,” ujar Ari. Ari menjadikan setiap momentum ada waktu untuk refreshing. Bahkan di saat kerja sekalipun. Ada saatnya serius. Ada saatnya juga untuk bergurau ringan. Hasil terbaik dari sebuah pekerjaan bukan hanya dari proses tetapi juga keikhlasan hati. “Maka saat serius kita harus fokus. Misalnya saat rapat. Tetapi juga perlu santai sambil bercanda, misalnya saat istirahat atau di saat-saat tertentu,” ungkapnya. Tidak sulit bagi Ari untuk menyegarkan pikiran. Bertemu dengan relasi atau mitra kerja juga bisa menjadi momentum untuk refreshing. Dia mengatakan dengan menambah relasi akan menambah wawasan. “Karena dengan bertemu relasi kita bisa sharing berdialog dan tukar pikiran. Dan ini menambah wawasan. Bagi saya ini juga menjadi refreshing supaya kita tidak monoton memikirkan satu hal,” tuturnya. Di tengah kesibukannya sebagai kepala madrasah, Ari juga menyempatkan diri refreshing bersama keluarga. Tentu saja dengan mencari celah di tengah padatnya agenda harian. “Bersama keluarga itu juga tidak kalah penting. Karena keluarga yang selalu mensupport kita. Harus ada waktu bersama mereka supaya tidak membicarakan pekerjaan saja,” kata dia. Ari juga mempunyai hobi menggambar digital. Atau desain grafis. Tak jarang dia membuat desain untuk kepentingan masyarakat. Terutama saat menjabat sebagai Waka Humas. Bahkan logo Mamumtaza yang baru juga bagian dari karyanya. “Sekedar mengisi waktu biasanya saya membuat gambar digital. Saya juga suka membaca buku,” tambahnya. Akhir-akhir ini, Ari membaca buku tentang leadership, manajemen, dan sebagainya. Dari buku-buku tersebut dapat menambah wawasan tentang kepemimpinan. “Bagi saya ini dapat menambah ilmu sebagai kepala madrasah. Salah satunya belajar bagaimana cara membuat kebijakan,” pungkasnya.
Wisuda dan Pelepasan Siswa Kelas 12 MA Muhammadiyah Plus 1 Kota Malang; Bekali Lulusan Kompetensi dan Keterampilan

Mamumtaza Malang – Intan Rachmanita Nur Cendekia merasa bersyukur menempuh ilmu di MA Muhammadiyah Plus 1 Kota Malang. Selama tiga tahun banyak pengetahuan dan pengalaman belajar yang diperolehnya. Wawasannya semakin luas tentang ilmu, ibadah dan akhlakul karimah. “Kami merasa bangga dan bersyukur. Di madrasah ini kami mendapatkan banyak ilmu. Belajar akhlak mulia dan syariat Islam, yang belum tentu bisa didapatkan di sekolah lain,” ucap Intan, saat ditemui Malang Posco Media, Jumat (17/5) kemarin. Perasaan senang dan bangganya itu, juga mewakili teman-teman seangkatannya. Sabtu (18/5) hari ini, Intan bersama 40 temannya di kelas 12 akan diwisuda. Mereka akan dikembalikan ke orang tua masing-masing untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Banyak kesan yang didapat selama tiga tahun belajar di MA Muhammadiyah Plus 1 Kota Malang. “Kami sesama siswa saling memotivasi satu sama lain untuk belajar, termasuk hafalan dan belajar kelompok. Kebersamaan ini membuat kami semakin optimis dalam menjalani tugas sehari-hari di sekolah,” kata ucap putri dari Rachmad K Dwi Susilo dan Anita Dwi Retnowati ini. Dia menyampaikan, guru-guru MA Muhammadiyah Plus 1 Kota Malang memiliki karakteristik yang berbeda. Namun semua kompeten dan kreatif. Membuat para siswa juga termotivasi untuk belajar. “Guru dan siswa membangun kebersamaan yang sangat kuat. Kami merasakan suasana kekeluargaan yang kental di madrasah ini. Guru Tidak membedakan siswa satu dengan yang lain,” terang mantan Ketua Umum IPM MA Muhammadiyah Plus 1 Kota Malang ini. Kepala MA Muhammadiyah Plus 1 Kota Malang, Syaiful Arif, S. Ag mengimbau para lulusan untuk tetap optimis menghadapi masa depan. Motivasi belajar dan ibadah tetap dijaga seperti saat masih di madrasah. “Kami berharap setelah ini anak-anak bisa menjaga diri dan keluarganya dan melakukan yang lebih baik dari sebelumnya. Terus ukir prestasi dan pantang menyerah,” ujar Arif, sapaan akrabnya. Dia mengungkapkan, anak didiknya telah dibekali berbagai kompetensi dan keterampilan. Siswa juga telah memiliki keterampilan bahasa asing dan komputer. Keterampilan ini tidak lain sebagai nilai tambah untuk mendukung life skill mereka. “Tentu ini menjadi bekal penting bagi lulusan kami untuk bisa berbuat yang lebih banyak di masa yang akan datang,” tambahnya. Menurutnya, lulusan tahun ini merupakan angkatan yang unik dan produktif. Banyak prestasi yang mereka ukir, baik di bidang akademik maupun non akademik. Tercatat, ada 17 prestasi tingkat nasional, dua prestasi tingkat provinsi dan 22 prestasi tingkat kota. Diantaranya, Medali Perunggu National Biology Olympiad tingkat nasional, Juara 3 Olimpiade Sejarah Tingkat Nasional, dan masih banyak yang lainnya. Semua itu mereka peroleh sejak di bangku kelas 10. Dan yang tak kalah membanggakan, lulusan tahun ini ada lima siswa yang telah diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui Jalur Prestasi. Antara lain di Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Negeri Malang.
Lima Siswa MA Muhammadiyah 1 Malang Raih Prestasi di Kejuaraan Pencak Silat Dandim Cup 2024

Mamumtaza Malang – Lima siswa MA Muhammadiyah 1 Malang kembali mengukir prestasi gemilang di penghujung tahun 2024. Mereka berhasil membawa pulang empat medali emas dan satu medali perak dalam Kejuaraan Pencak Silat Dandim Cup, yang digelar untuk memperingati HUT Kodam V Brawijaya dan Hari Juang Kartika di GOR Ken Arok, Sabtu-Minggu (21-22/12). Kejuaraan ini diikuti oleh kontingen dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga luar Jawa Timur. Tim pencak silat Tapak Suci Mamumtaza dari MA Muhammadiyah 1 Malang menunjukkan performa terbaiknya dalam kategori tanding usia remaja. Medali emas diraih oleh Mas’ud Putra BM (kelas D), Muhammad Rizal (kelas open 1), Briliant Waafi Al Ghifari (kelas K), dan Hanif Abdurahman (kelas I). Sementara itu, Fadhel Muhammad (kelas E) berhasil membawa pulang medali perak. Imam Rojiin, S.Pd., pelatih tim, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. “Dengan latihan rutin dan dukungan semua pihak, hasil ini menjadi bukti kerja keras mereka. Terima kasih kepada dewan guru, wali siswa, dan semua yang telah mendoakan dan mendukung,” ujarnya. Kepala madrasah, Akhmad Ari Wibowo, M.Pd., juga memberikan apresiasi tinggi atas prestasi ini. “Ini bukan kali pertama siswa kami mengharumkan nama madrasah, terutama di bidang olahraga dan bela diri. Kami berharap mereka bisa terus meningkatkan prestasi, hingga ke tingkat nasional bahkan internasional,” katanya. Wali siswa Briliant Waafi, Junari, S.Ag., turut berbagi rasa bangga. “Melihat ketatnya persaingan, saya sangat bersyukur anak saya bisa meraih medali emas. Apalagi peserta datang dari berbagai daerah seperti Magelang, Surabaya, Malang, dan Batu,” ungkapnya.
Mamumtaza Beri Pelatihan Pemulasaraan Jenazah untuk Siswa SMP

Mamumtaza Malang – Ratusan siswa kelas 9 SMP Muhammadiyah 8 Batu mengikuti pelatihan pemulasaraan jenazah yang diselenggarakan oleh MA Muhammadiyah 1 Malang, Senin (16/12/2024). Kegiatan ini merupakan bagian dari paket pelatihan yang ditawarkan oleh madrasah kepada SMP/MTs di wilayah Malang Raya. Slamet Riadi SPd, Humas MA Muhammadiyah 1 Malang, menjelaskan bahwa pelatihan pemulasaraan jenazah ini sudah beberapa kali diadakan di berbagai sekolah yang meminta Mamumtaza -sebutan MA Muhammadiyah 1 Malang- untuk memberikan pelatihan. Selain pelatihan jenazah, madrasah ini juga menawarkan berbagai kegiatan seperti parenting, pelatihan motivasi, latihan dasar kepemimpinan, dan outbound. “Kegiatan-kegiatan ini bertujuan agar madrasah dapat memberikan kontribusi nyata kepada siswa dan sekolah, khususnya di tingkat SMP/MTs,” ujarnya. Materi Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Sebelum praktik dimulai, Syaiful Arif S.Ag, Ketua Tim Perawatan Jenazah, memberikan pemaparan kepada para siswa. Menurutnya, setiap makhluk hidup, termasuk manusia, pasti akan mati dan kembali kepada Allah SWT. Kematiannya, apakah husnul khotimah atau suul khotimah, bergantung pada perilaku dan perbuatan selama hidup. Syaiful juga menjelaskan bahwa sebagai seorang muslim, ada beberapa syariat yang harus dilakukan ketika seseorang meninggal, yaitu memandikan jenazah, mengkafani, menshalati, dan menguburkan. “Kewajiban-kewajiban ini hanya dapat dilaksanakan dengan sempurna jika dibekali ilmu yang cukup,” tambahnya. Oleh karena itu, Mamumtaza berkomitmen untuk memberikan bekal ilmu dan melatih siswa, khususnya dalam hal perawatan jenazah, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Praktik Pemulasaraan Jenazah Setelah diberikan materi, sebanyak 192 siswa dibagi menjadi empat kelompok: dua kelompok laki-laki dan dua kelompok perempuan. Setiap kelompok didampingi oleh satu guru serta dua siswa pendamping dari kelas 11 dan 12. Setelah pemaparan teori, masing-masing kelompok diberikan kesempatan untuk mempraktekkan pelatihan pemulasaraan jenazah dengan penuh antusias dan hikmat. Diharapkan, pelatihan ini dapat memberikan bekal yang bermanfaat bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menangani jenazah, baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat.
Mamumtaza Kenalkan Program dan Keunggulan Sekolah kepada Ribuan Siswa

Mamumtaza Malang – MA Muhammadiyah 1 Malang (Mamumtaza) mengadakan sosialisasi program dan keunggulan madrasah kepada lebih dari seribu siswa dari belasan SMP/MTs se-Malang Raya. Kegiatan ini berlangsung selama dua pekan, mulai 2 hingga 13 Desember 2024. Beberapa sekolah yang berpartisipasi dalam sosialisasi ini di antaranya SMPN 8 Malang, SMPM 2 Batu, SMPM 3 Malang, MTsM 1 Malang, MTsN Batu, SMP Khoiru Umah, SMPM 6 Dau, SMPM 4 Singosari, SMPM 6 Malang, dan lainnya. Tujuan Sosialisasi Slamet Riadi SPd, Humas Mamumtaza, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai program unggulan yang dimiliki oleh madrasah. Program-program tersebut meliputi pengembangan potensi siswa di bidang bahasa Inggris, bahasa Arab, tahfidz Al-Qur’an, keterampilan komputer setara D1, kecantikan, dan tapak suci. “Program-program ini diharapkan dapat menarik minat siswa, khususnya kelas 9, serta memberikan gambaran kepada wali siswa tentang kualitas pendidikan yang ditawarkan,” tuturnya. Selain itu, sosialisasi ini juga memaparkan berbagai penghargaan dan predikat yang telah diraih oleh MA Muhammadiyah 1 Malang. Madrasah ini telah terakreditasi A (unggul) sejak 2004 hingga 2024, serta memperoleh predikat sekolah berstandar nasional atau excellent school. Mamumtaza juga dikenal sebagai madrasah swasta terbaik di Kota Malang, madrasah ramah anak, hingga madrasah bersinar. Slamet Riadi menambahkan, madrasah juga mempresentasikan data mengenai output siswa yang membanggakan. Pada tahun ajaran 2023/2024, sebanyak 85% siswa berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. “Selain itu, siswa Mamumtaza juga sukses meraih berbagai kejuaraan di tingkat nasional,” katanya. Antusiasme Calon Siswa Baru Salah satu peserta sosialisasi, Muhammad, siswa SMP Khoiru Umah, menyampaikan antusiasmenya untuk bergabung di Mamumtaza pada tahun ajaran 2025/2026. Ia berharap dapat melanjutkan program hafidz Al-Qur’an 30 Juz yang telah ia tekuni selama di SMP. Dengan berbagai program unggulan dan pencapaian yang diraih, MA Muhammadiyah 1 Malang terus berupaya menjadi pilihan utama bagi siswa yang ingin mengembangkan potensi akademik dan non-akademik mereka secara optimal.
HGN 2024: Berbagai Cara Siswa Mamumtaza Ekspresikan Rasa Terima Kasih pada Guru

Mamumtaza Malang – Hari Guru Nasional (HGN) 2024 yang diperingati pada Senin (25/11/2024) di MA Muhammadiyah 1 Malang (Mamumtaza) menjadi momen penuh makna bagi siswa dan guru. Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada para guru, tetapi juga untuk menegaskan peran penting mereka dalam mendidik dan membimbing generasi bangsa. Siswa kelas 10 IBK MA Muhammadiyah 1 Malang mengekspresikan rasa terima kasihnya kepada para guru dengan cara yang penuh kasih sayang. Mereka memberikan rangkaian bunga, kado, hingga cinderamata sebagai simbol penghargaan atas dedikasi guru yang telah memberikan ilmu, membina, dan mendampingi mereka dengan penuh keikhlasan. Selain pemberian apresiasi, kegiatan peringatan HGN juga diisi dengan upacara bendera yang seluruh petugasnya adalah para guru. Hal ini menjadi simbol bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan membangun pendidikan yang berkualitas. Pesan Kepala Madrasah dalam Sambutan Upacara HGN Kepala Madrasah Akhmad Ari Wibowo MPd dalam sambutannya mengutip dua motto penting, yakni “Guru Berdaya, Indonesia Jaya” dari Kementerian Pendidikan dan “Guru Hebat, Indonesia Kuat” dari Kementerian Agama. Ia menekankan bahwa untuk menjadi seorang guru, diperlukan kreativitas, metode pengajaran yang tepat, dan kesiapan dalam menyampaikan materi. “Setiap guru pasti pernah menjadi siswa. Ketika siswa berprestasi, kesuksesan mereka tidak lepas dari peran guru,” ujar Ari Wibowo. Peran Semua Pihak dalam Kesuksesan Pendidikan Slamet Riadi SPd, Humas MA Muhammadiyah 1 Malang, menambahkan bahwa kesuksesan dalam dunia pendidikan tidak hanya bergantung pada guru, tetapi juga melibatkan peran siswa, orang tua, dan masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk menerapkan prinsip yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara, yakni Ingarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, dan Tutwuri Handayani. Prinsip ini mengajarkan bahwa guru berperan tidak hanya di depan, tetapi juga memberikan dorongan dan dukungan di belakang untuk membangun semangat dan motivasi siswa. Melalui peringatan Hari Guru Nasional ini, MA Muhammadiyah 1 Malang kembali menegaskan pentingnya peran guru dalam mencetak generasi yang berkualitas. Hari Guru Nasional bukan hanya tentang mengenang jasa guru, tetapi juga menjadi momentum untuk menghargai dan memotivasi mereka dalam menjalankan tugas mulia sebagai pendidik dan pembina karakter generasi penerus bangsa. Dengan semangat kebersamaan dan apresiasi, MA Muhammadiyah 1 Malang terus berkomitmen untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas dengan peran aktif semua pihak.
