Pentingnya Bahasa Arab dalam Milad MA Muhammadiyah 1 Plus

MAMUMTAZA MALANG, peringatan Milad ke-45 MA Muhammadiyah 1 Plus diisi dengan berbagai acara meriah di MA Muhammadiyah 1 Plus Kota Malang, dalam kesempatan ini, tampak beberapa tokoh penting yang turut hadir, seperti Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Drs. Zainullah, S.H., M.KPd. (Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Malang), Drs. Rokhmad, S.Sos (Pemateri), dan Dr. H. Khozin, M.Si. (Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur). Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang menyampaikan penghargaan terhadap Muhammadiyah sebagai pelopor pendidikan di Indonesia. Dia merasa bangga bahwa pelopor pendidikan di Indonesia banyak bermula dari para Ulama dan pesantren. Beliau juga menggarisbawahi pentingnya persatuan dalam perbedaan, dan menjadikannya sebagai kunci dalam mewujudkan pendidikan yang unggul, baik secara akademis maupun agamis. Madrasah, menurutnya, harus terus dikembangkan untuk menghasilkan lulusan yang kuat dalam ilmu pengetahuan dan agama. Selain itu, Kepala Kantor Kementerian Agama sangat mengapresiasi kegiatan pidato bahasa Arab yang digelar oleh seorang murid diatas panggung. “Bahasa Arab adalah kunci untuk memahami esensi agama dengan baik”. Menurut beliau, memahami dan membaca hadis dengan baik sangat penting, karena agama Islam sendiri adalah agama yang pengantarnya menggunakan bahasa Arab. Beliau juga mendorong semua madrasah di Kota Malang untuk mengembangkan integrasi ilmu, sehingga waktu yang digunakan untuk pelajaran agama dapat dioptimalkan dengan baik. Dengan demikian, diharapkan generasi muda bisa unggul dalam akademis dan agama, sehingga muncul banyak tokoh seperti Ibnu Sina yang mampu menjadi panutan di masa depan. Acara ini dibuka dengan pemukulan gong oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang sekaligus menandai dimulainya rangakaian peringatan Milad ke-45 MA Muhammadiyah 1 plus Kota Malang.Humas

Ketua Dikdasmen PNF Jatim Mamumtaza Unggul Gunakan Ocean Strategy

MAMUMTAZA MALANG – Momentum milad 45 MA Muhammadiyah 1 Malang populer disebut Mamumtaza menarik perhatian Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM Jatim, Dr. Khozin. Bahkan ustadz Khozin menyebutkan salah satu sebab Mamumtaza bisa bertahan di usia 45 tahun karena menerapkan The Blue Ocean Strategy. Apa itu The Blue Ocean Strategy? Ustadz Khozin menyebutkan suatu strategi pendidikan dengan fokus pada program unggulan madrasah. Nah program unggulan Mamumtaza dalah bidang bahasa asing. Yakni Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Bahasa Arab-Bahasa Inggris  di Mamumtaza dilaksanakan secara intens selama 5 hari berturut-turut. Senin-Rabu intensive Bahasa Inggris sedangkan Kamis-Jum’at Bahasa Arab. Alhamdulillah hasilnya Mamumtaza juara umum lomba nasional bidang Al Islam Kemuhammadiyahaan dan Bahasa Arab. Ustadz Khozin  menegaskan bahwa saat ini madrasah dan sekolah statusnya sama. Meski begitu di madrsah ada nilai lebihnya. Sebab di sekolah agama hanya tiga jam, namun di madrasah agama bisa 8 jam. Sebab materi agama dikategorikan khusus. Misalnya akidah-ahklak, Al Qura’an dan Hadis, fikih, dan sejarah (tarekh). Di akhir sambutan, ustadz Khozin menambahkan Maumtaza segera mempunyai asrama putri yang fokus untuk program unggulan. Itu sebabnya momentum milad 45 ini sekaligus sebagai upaya penandatanganan prasasti asrama putri Mamumtaza. (don) 

Beauty Class Mamumtaza Bekali Siswa Skill Tata Rias 

MAMUMTAZA  MALANG– MA Muhammadiyah 1 Malang populer disebut Mamumtaza membekali siswa ketrampilan bidang tata rias bekerjasama dengan perusahaan kosmetika dan rias nasional. Dijelaskan Kepala mamumtaza Malang, ustadz Syaiful Arif, S.Ag Mamumtaza selain fokus mengantarkan siswanya masuk PTN, juga membekali siswa untuk siap kerja. Ustadz Arif menyebutkan moto madrasah adalah bisa kerja, apalagi kuliah, karena itulah  berbagai ketrampilan kami siapkan untuk siswa D1 komputer, konten kreator, tata rias dan lain-lain. Sementara itu, pembina tata rias Kustati, menyampaikan bahwa ujian kompetensi kali ini sengaja mendatangkan penguji dari Inez kosmetik yang sudah bertaraf nasional. Jumlah peserta memang di batasi hanya 10-15 siswa untuk optimalisasi hasil ujian. Selain mendapatkan ilmu, ketrampilan juga mendapatkan sertifikat. Adapun materi  meliputi, pertama, pengenalan produk inez untuk pembersihan wajah, kedua,make up diri sendiri atau orang lain dg pengenalan warna-warna yang diperlukan untuk makeup harian atau pesta malam-siang. Sementara itu Waka Humas Mamumtaza, Slamet Riadi, S.Pd,  menambahkan bahwa dari berbagai ketrampilan yang diberikan oleh madrasah namun juga memfasilitasi untuk bisa kerja di berbagai lembaga, bahkan madrasah telah melakukan MoU dengan perusahaan di Jepang. (humas  mamumtaza)

Perkuat Conversation, Mamumtaza-Amcor UMM Sharing Session

MAMUMTAZA MALANG– MA Muhammadiyah 1 Malang populer disebut Mamumtaza terus pertahankan program unggulannya dalam bidang bahasa asing yakni bahasa Inggris dan bahasa Arab. Terkait dengan hal ini, Kepala Mamumtaza, Syaiful Arif, S.Ag, menjelaskan English dan Arabic program sering menjuarai lomba dalam berbagai tingkatan mulai lokal (kota), regional (jatim), maupun nasional. Bahkan pernah menjadi juara umum tingkat nasional dalam ME Award 2018-2019. Ustad Arif  menegaskan untuk mempertahankan program tersebut salah satunya dengan  mendatangkan native speaker atau penutur asli dari Amerika, yang tergabung dalam Amcor (Amerika Corner) Universitas Muhammaditah Malang pada  Rabu (18/10) lalu. Sementara itu, Kepala Program English Mamumtaza Mr. Libriyanto Prayugo, M.Pd mengatakan kegiatan english program Mamumtaza bersama    American Corner UMM dan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UMM, terkait dengan program Amcor Goes to School. Saat opening kegiatan Amcor Goes to School di Mamumtaza ini dihadiri dan dibuka oleh Ketua Jurusan Bahasa Inggris UMM, Drs. Jarum, M.Ed, dan Direktur Amcor UMM, Ria Ariesta. M.Pd, P.hd. Saat berada di Mamumatza kegiatan Amcor Gose to School ini materinya game dan sharing session bersama native speaker Ziko dari Zimbabwe yang kuliah di UMM dan Shalimar asal Amerika yang menjadi sebagai pelajar yang sedang di Amcor UMM. Dijelaskan Libriyanto Prayugo kegiatan ini terkait jurusan bahasa Inggris bagaimana rasanya menjadi mahasiswa jurusan bahasa Inggris. “Kegiatan disambut antusias oleh siswa mamumtaza. Mereka mempraktekkan kemampuan berbahasa Inggrisnya dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Ziko dan Shalimar,” ujar Libriyanto Prayugo. Sementara itu,  Ziko merasa nyaman berada di Indonesia khususnya Kota Malang karena masyarakatnya ramah. Meskipun ada beberapa “culture shock” yang mereka rasakan seperti kebiasaan orang Indonesia yang makan nasi di setiap waktu (sarapan, makan siang dan makan malam). Meski begitu makanan favoritnya adalah bakso Malang.   Sedangkan Shalimar mengatakan dirinya sering diajak ngomong bahasa Jawa oleh teman-temannya. Selain itu  dirinya juga menyukai mie goreng Malang. Di tempat sama, Waka Humas Mamumtaza, Slamet Riayi, S.Pd, mengatakan untuk menindaklanjuti kegiatan ini akan diagendakan kunjungan ke Amcor UMM untuk mengetahui dan belajar lebih lanjut dengan pembicara asli (native) yang disediakan oleh Amcor UMM. Harapannya dengan berbagai inovatif dan kreatifitas dalam kegiatan tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk wali siswa agar menjadikan Mamumtaza menjadi pilihan utama dalam studi lanjut tingkat SLTA di jalur inden yang telah dibuka bulan Oktober hingga Desember 2023 ini. (humas mamumtaza)

Tim Futsal Mamumtaza Juara Porseni Kemenag Se Kota Malang

MAMUMTAZA MALANG – Sekolahnya para juara, MA Muhammadiyah 1 Malang atau disebut Mamumtaza baru saja meraih juara 3 dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang di gelar setiap tahun sekali oleh Kementrian Agama Kota Malang tiga pekan lalu (21-23/8) 2023. Disampaikan Waka Humas Mamumtaza, Slamet Riadi, S.Pd, tahun ini ada beberapa cabang yang di tampilkan diantaranya Bulu Tangkis, Catur, Bola Volly, Futsal dan berbagai cabang bidang akademik di antaranya Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Ekonomi dan masih banyak bidang lainnya. Tutur Slamet, Porseni diikuti oleh 15 lebih Madrasah Aliyah Negeri-Swasta di Kota Malang yang bersaing dengan ketat. Dari sekian jenis perlombaan tersebut salah satu cabang yang meraih juara 3 adalah Tim Futsal Mamumtaza. Latihan yang telah di jalani di lapangan Futsal Taman rekreasi Tlogomas dalam beberapa bulan sebelum pertandingan. Pelatih Tim Futsal Mamumtaza sekaligus Guru Mapel Olahraga, Bambang Hermanto, S. Pd., menambahkan bahwa meski tidak masuk dalam seleksi tingkat provinsi, menjadi juara tiga sudah merupakan perjuangan yang luar biasa. Tim yang terdiri dari siswa bernama Ibrahim, Emirsyah, Eksya, Yasin, Faqih, Dwi dan beberapa siswa lainnya kelas yang mayoritas kelas XI IPA dan IPS selalu rutin latihan. Latihan yang telah dilakukan oleh tim Mamumtaza sudah membuahkan hasil dan akan berkembang seiring dengan pengalaman bertanding yang dilakukan.  “Semoga ke depan lebih baik lagi dalam mempersiapkan baik dalam latihan, menyiapkan mental dan tentunya suport dari semua komponen madrasah dan orang tua, sehingga dapat memperoleh juara dari berbagai bidang perlombaan. Dan tentunya bisa masuk tingkat propinsi hingga nasional.” Pungkas Humas Mamumtaza Malang. (rilis: humas/editor: hamara).

Mamumtaza Juara Video Milad RSI Aisyiyah Malang

MAMUMTAZA MALANG-Lomba video antar sekolah tentang profil RSI Aisiyah di ikuti oleh berbagai sekolah tingkat SLTA baik SMA/SMK/MA se Malang Raya. salah satunya MA Muhammadiyah 1 Malang populer disebut mamumtaza. Ucapan selamat dan sukses diberikan oleh berbagai pihak baik secara individu maupun lembaga atas juara yang diperoleh madrasah dalam lomba video antar sekolah dalam rangka milad ke 36 RSI Aisiyah. Syaiful Arif, S.Ag selaku kepala madrasah tidak ketinggalan untuk memberikan ucapan selamat  baik kepada tim humas maupun siswa yg ikut dalam mensukseskan lomba tersebut. Slamet Riadi, S.Pd selaku Humas menyampaikan bahwa lomba yang merupakan representatif dari sekolah tersebut di buat oleh Tim Humas dan siswa. Tim Humas yang terdiri dari Slamet Riadi, Haris Susetyo Akhmad Ari W dan Nung Fua dah, sedang dari siswa yang merupakan pemeran sebagai pasien dan fotografer adalah Nayla, Rara kelas 11 IPA dan Salma kelas 11 BHS. Slamet menambahkan bahwa proses yang panjang untuk sampai pada juara telah di lakukan oleh tim mulai shouting langsung di lokasi RSI, editing, hingga upload di Instagram baik Instagram madrasah maupun RSI Aisiyah. Dukungan dan suport positif dari berbagai pihak, dengan hanya beberapa hari saja viewer Instagram mencapai lebih ribuan. Hingga akhirnya tanggal 16 September 2023 melalui akun instagram RSI Aiaiyah di umumkan mendapatkan  juara 2. Adapun penyerahan hadiah akan dilaksanakan tanggal 4 November 2023 saat pembukaan Porsma di GOR Ken Arok kota Malang. Harapannya adanya video-video inspiratif tersebut dapat  memberikan informasi dan bermanfaat baik oleh siswa,  orang tua, masyarakat, maupun lembaga terkait. (humas mamumtaza/slamet riadi)

Melalui Manara Siswa Mamumtaza Bina Karakter Unggul, Islami-Internasional

MAMUMTAZA.COM, MALANG-MANARA singkatan Malam Bina Karakter MA Muhammadiyah 1 Malang atau Mamumtaza yang di laksanakan Jumat-Sabtu (18-19/8), dijelaskan Kepala Madrasah, ustadz Syaiful Arif, S.Ag merupakan kegiatan dalam rangka mewujudkan visi madrasah. Yakni visi Mamumtaza menjadi madrasah unggul yang berkarakter Islami dan berwawasan internasional. Bahwa mendidik anak sebenarnya tugas utama dari orang tua, karena anak menjadi nasrani,  yahudi atau muslim bergantung pada orang tua nya. Namun begitu, lanjut ustadz Arif juga menjadi tanggung jawab guru dan madrasah ketika siswa masuk dalam dunia pendidikan atau sekolah. Itu sebabnya mendidik siswa atau anak harus kolaboratif antara orang tua dengan guru madrasahnya. Berdasarkan hal ini, tandas ustadz Arif penting sinergi antara orang tua dan madrasah untuk mewujudkan anak untuk men jadi anak sholih sholehah, berakhlaqul karimah, tidak hanya pinter dalam akademik. Tidak kalah pentingnya juga keteladanan dan keistiqomahan agar karakter tersebut betul-betul menancap dalam pikiran dan perilaku siswa. Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Akhmad Ari Wibowo, M.Pd menjelaskan bahwa program manara ini akan terus di lakukan secara rutin setiap bulan secara bergilir setiap angkatan. Pada bulan Agustus ini di mulai kelas XII IPA dan IPS, dengan lima agenda atau tema. Pertama kemampuan mengambil keputusan, kedua waspada OVT di penghujung aliyah, ketiga Group Counselling, ke-empat  Self-Encouragement,  dan kelima kajian Al-Qur’an. Selain itu juga ada pembiasaan sholat berjamaa’ah lima waktu, qiyamul lail dan, tilawah, kegiatan-kegiatan lain yang di susun secara rapi dan menyenangkan. Hadir sebagai pemateri, kata ustadz Ari pemateri ada yang berasal dari ustadz/ustadzah dan PD Nasyiatul Aisyiyah  Kota Malang. Harapannya dengan kegiatan ini, siswa benar-benar memiliki karakter islami, tidak hanya sebatas teori dan  menjadi program atau kegiatan rutin yang menjadi ciri khas madrasah (rilis: humas mamumtaza/editor: hamara)

Bidang Keputrian Mamumtaza Seminar Kesehatan Reproduksi

MAMUMTAZA, MALANG-Bidang keputrian MA Muhammadiyah 1 Malang  populer disebut Mamumtaza menggelar seminar kesehatan reproduksi untuk siswa putri semua jenjang kelas Kamis (20/7) kemarin.  Menurut Kepala Program Unggulan Studi Islam Intensif  (SII), ustadzah Zumrotul Azizah Chozin, M.Pd, melalui seminar ini diharapkan dapat membuka wawasan siswa tentang kesehatan perempuan. Dijelaskan ustadzah Zumrotul selaras dengan harapan tersebut tujuan digelarnya seminar untuk memberikan bekal kepada siswa yang memasuki masa remaja harus bisa menjaga jati dirinya sebagai wanita. Karena wanita merupakan pilar penting dalam rumah tangga dan menjaga keberlangsungan keturunan. Oleh karena itu pembekalan sejak dini harus berkaitan bagaimana menjaga kesehatan, menjaga perilaku dan harkat kewanitaan. Di tempat sama, dr. Farida Rahmatika selaku pemateri dalam seminar tersebut, menjelaskan beberapa hal penting antara lain, menjaga reproduksi wanita dengan cara sehat, menjaga kebersihan dan sehat dalam pola makannya. Kedua, penyakit-penyakit yang muncul disebabkan terjadinya pergaulan bebas atau sesama jenis. Oleh karena itu memilih dan memilah teman pergaul adalah hal penting. Berikutnya, dr. Farida yang merupakan alumni UII Yogyakarta berpesan kepada siswa untuk menjauhi perilaku-perilaku seksual menyimpang dan bahkan LGBT, karena itu bertentang dengan Islam dan ayat-ayat Alqur’an. Di era digital, media sosial dan iptek yang pesat sangat berpengaruh terhadap perilaku manusia, karena itu harus bijak untuk menggunakannya. Dan yang lebih penting lagi adalah menguatkan kepada Allah. Perwakilan peserta seminar atas nama Anggun memberikan respon positif kegiatan seminar tersebut.  Apalagi dengan diberikan contoh-contoh penyakit yang timbulkan perilaku buruk manusia khususnya kaum wanita, misal penyakit kelamin. (rilis: humas/editor: hamara)